LAPORAN KKN BAKTI PERTIWI

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

(Sub Unit)

KULIAH KERJA NYATA

BAKTI PERTIWI

IKIP PGRI MADIUN

TAHUN: 2012

 

SUB UNIT        : PETUNG TIMUR

UNIT            : PAJARAN

KECAMATAN        : SARADAN

KABUPATEN        : MADIUN

PROVINSI        : JAWA TIMUR

Disusun oleh:

No Nama Mahasiswa

No. Mahasiswa

1 Lingga Nico Pradana

08.411.180

2 Ibnu Mansur

08.511.010

3 Intan Eka Novita Sari

08.141.103

4 Lailatul maghfiroh

08.141.112

5 Ristina Ayu Widayanti

08.121.254

6 Riza Rahmawati

08.241.087

7 Vaulita Regina W.A

08.241.102

8 Lutfi Herawati

08.231.023

9 Septa Enggar Deby M.

08.321.258

10 Devi Widya Wardaningrum

08.321.361

11 Mildha Ayu Surya

08.221.028

12 Nurul Hidayah

08.311.027

13 Atika Dewi Rhistiana

08.431.047

14 Rizki Permata Yusnia W

08.431.140

15 Duid Nurma Susila

08.421.019

BIDANG PENGELOLAAN KKN

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

IKIP PGRI MADIUN

HALAMAN PENGESAHAN

Dengan telah selesainya rencana kegiatan KKN Bakti Pertiwi yang kami kerjakan, maka kami:

No

Nama Mahasiswa

No. Mahasiswa

Tanda Tangan

1 Lingga Nico Pradana

08.411.180

1

2 Ibnu Mansur

08.511.010

2

3 Intan Eka Novita Sari

08.141.103

3

4 Lailatul maghfiroh

08.141.112

4

5 Ristina Ayu Widayanti

08.121.254

5

6 Riza Rahmawati

08.241.087

6

7 Vaulita Regina W.A

08.241.102

7

8 Lutfi Herawati

08.231.023

8

9 Septa Enggar Deby M.

08.321.258

9

10 Devi Widya Wardaningrum

08.321.361

10

11 Mildha Ayu Surya

08.221.028

11

12 Nurul Hidayah

08.311.027

12

13 Atika Dewi Rhistiana

08.431.047

13

14 Rizki Permata Yusnia W

08.431.140

14

15 Duid Nurma Susila

08.421.019

15

Telah menyelesaikan laporan kegiatan kami selama di lokasi KKN Bakti Pertiwi

Madiun, 06 Juli 2012Mengetahui/MenyetujuiMengetahui/MenyetujuiKepala Dusun PetungDosen Pembimbing LapanganDidik SujarwoDr. V. Teguh Suharto, M.Pd
Mengetahui/Menyetujui
Kepala Desa Pajaran

Tri Handono
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

  1. Pendahuluan

    Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara resmi ada dalam kurikulum IKIP PGRI Madiun sebagai bentuk nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun ini, IKIP PGRI Madiun bekerja sama dengan UPPKH yang kemudian melahirkan KKN Bakti Pertiwi.

    Sasaran utama dari KKN Bakti Pertiwi ini adalah Omah Pinter. Omah Pinter adalah rumah yang mewadahi aktifitas belajar non formal dan pusat pengembangan pemberdayaan masyarakat. Omah Pinter ini diselenggarakan oleh PKH (Program Keluarga Harapan). PKH adalah bentuk perlindungan jaminan perlindungan sosial pemerintah kepada keluarga sangat miskin dengan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai yaitu memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sedangkan jangka pendeknya adalah meningkatkan taraf pendidikan dan kesehatan melalui perubahan pola pikir dan pola sikap.

    KKN Bakti Pertiwi IKIP PGRI Madiun dilaksanakan di Dusun Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saaradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dalam kurun waktu 14 Juni – 4 Juli 2012 penulis berhasil menjalankan program R3 dengan sukses. Program tersebut dapat diselesaikan dapam kurun waktu 19 hari.

    1. REKAPITULASI PROGRAM
No

Nama program

Nomor Sektor

Bahan

Volume

Sumber Dana (ribuan)

1

Pengadaan Tong Sampah

15.1.3.06

Tong Besi

9 Orang

Mhs : 125

2

Pembinaan kepengusahaan industri kecil makanan

01.1.1.55

-

2 Orang

-

3

Menyediakan Sarana Perpustakaan

11.1.3.01

Buku, Sampul, Isolasi

61 Orang

Mhs: 293

4

Pengadaan Alas Di Omah Pinter

11.1.3.01

Terpal

3 Orang

Mhs: 120

5

Pengadaan Meja belajar

01. 1. 1. 55

Meja

15 Orang

Mhs: 157,5

6

Pengadaan mading Omah Pinter

11.1.1.05

1 meter stereoform, 1 meter kain flanel, 2 buah kertas marmer, 2 buah double tip, 1 bungkus jarum pentul, 2 bungkus paku payung,

Lakban, Tali, Paku besar.

21 Orang

Mhs: 41,5

7

Pembuatan Media Pembelajaran

11. 2. 1. 02

Beli lem kayu

Beli lem castol

Beli kertas karton

Beli kertas Manila

Print warna

Spidol

Lem

Karton

Tali kur

Poster

Isolasi

20 Orang

Mhs: 78

8

Pembuatan Kliping

11. 1. 3. 01

Lakban, Lem Kertas, Buffalo, Mika,

Isi Staples,

Kertas F4,

Spidol,

Koran ,

Gunting

21 Orang

Mhs: 50

9

Bank Sampah

15.1.3.12

5 kantong plastik

35

Mhs: 2,5

10

Pembuatan Herbarium

11. 1. 1. 05

membeli alat-alat untuk pembuatan herbarium,

membeli makanan kecil untuk peserta

35 orang

Mhs: 100

11

Pelatihan Menanam Polybag

11. 2. 1.01

Pembelian Polibag

Pembelian Bibit

Pembelian pupuk organik

35 Orang

Mhs: 66

12

Kegiatan Outbound

11.1.1.06

-

40 Orang

Mhs: 61

13

Lomba Cerdas cermat

11. 1.1.05

-2 pack buku sidu isi 38 = Rp 32.000,-

-1 pack pensil honely = Rp 7.500,-

-2 buah penghapus @4.500,-= Rp 9.000,-

-kertas sampul coklat besar = Rp 2.000,-

24 Orang

Mhs: 50,5

14

Penyuluhan Tentang Sejarah

11.3.9. 55

-

12 Orang

-

15

Penerangan rumah pintar

19.2.1.03

Pembelian lampu

1 Orang

Mhs: 40

16

Pembinaan TPA

15.1.1.02

-

25 Orang

-

17

Penyuluhan Kesehatan Umum

13.1.1.55

Foto copy materi,

Beli jajanan, bahan makanan dan plastik,

Fee pemateri

70 Orang

Mhs: 262

18

Pelatihan Keterampilan (Kurmat)

13.3.9.57

Tomat 4kg

Gula 1kg

20 Orang

Mhs: 40

19

Pelatihan Keterampilan (Onde-onde)

13.3.9.57

1 Kg Tepung terigu, ½ Kg Gula Putih, ¼ Kg Mentega, 4 butir Telur, 1 sendok teh Soda Kue.

26 Orang

Swd: 34,7

Mhs: 31

20

Pelatihan Keterampilan (Nugget)

13.3.9. 58

Membeli alat dan bahan untuk membuat nugget ikan

20 Orang

Mhs: 30

21

Pelatihan Keterampilan (Stick)

13.3.9. 57

Membeli bahan untuk membuat stik bawang

20 orang

Swd: 40

Mhs: 20

22

Kursus Pelatihan luar sekolah (Mengajar Di rumah pintar)

11.2.1. 01

-

40 Orang

-

23

Kursus Pelatihan luar sekolah (MMP)

11.2.1. 01

Buku MMP,

Foto copy buku MMP

5 Orang

Mhs: 37

24

Pembuatan sarana cuci tangan

11.2.1.01

Membeli gentong 2 buah,

Membeli lap tangan,

Membeli sabun cuci tangan

35 Orang

Mhs: 35

25

Konseling

11.1.9. 56

-

1 Orang

-

26

Kursus Pelatihan luar sekolah (Flanel)

13.3.3. 01

2 ½ m flanel

5 dakron

1 m tali

2 tali regu

1 jarum jahit

2 dos ring

4 lem

Jarum

2 dos peniti

13 Orang

Mhs: 74,2

27

Evaluasi memasak

13.3. 9. 57

  1. Kurmat:
  • 1 kg tomat 4.000
  • ¼ kg gula pasir 3.000
  1. Nugget Ikan:
  • ½ kg ikan segar 5.000
  • ½ liter minyak goreng 6.000
  • 2 butir telur 2.000
  • 2 buah wortel 1.000
  • 5 buah tahu 1.000
  • Ketumbar 500
  • Garam+penyedap rasa 500
  • 1 ons bawang putih 1.500
  • ¼ kg tepung panir 6.000
  1. Onde-onde:
  • ¼ kg wijen 7.500
  • ½ liter minyak goreng 6.000
  • ¼ kg mentega 3.000
  • ½ kg tepung terigu 3.750
  • 2 butir telur 2.000
  • ¼ gula pasir 3.000
  • 2 sdt soda kue 1.000
  1. Stik bawang:
  • ½ kg tepung terigu 3.750
  • 2 butir telur 2.000
  • 1 sdm mentega 1.000
  • Garam+penyedap rasa 500
  • 1 ons bawang putih 1.500
  1. 12 buah gelas plastik 32.500
  2. 1 lembar Sampul coklat 1.000
  3. Isolasi 500

16 orang

Swd: 67,5

Mhs:

35

HASIL MONITORING DAN EVALUASI

No

Nama program

Uraian Pelaksanaan

Hasil monitoring dan Evaluasi

1

Pengadaan Tong Sampah

23 Juni 2012

SUKSES

2

Pembinaan kepengusahaan industri kecil makanan

21 Juni 2012 – 2 juli 2012

SUKSES

3

Menyediakan Sarana Perpustakaan

17 Juni 2012 – 22 juni 2012

SUKSES

4

Pengadaan Alas Di Omah Pinter

03 Juli 2012

SUKSES

5

Pengadaan Meja belajar

22 Juni 2012

SUKSES

6

Pengadaan mading Omah Pinter

3 Juli 2012

SUKSES

7

Pembuatan Media Pembelajaran

22 juni 2012 – 3 Juli 2012

SUKSES

8

Pembuatan Kliping

20 Juni 2012 – 22 juni 2012

SUKSES

9

Bank Sampah

17 Juni 2012 – 24 Juni 2012

SUKSES

10

Pembuatan Herbarium

17 juni 2012

SUKSES

11

Pelatihan Menanam Polybag

27 Juni 2012

SUKSES

12

Kegiatan Outbound

17 Juni 2012 – 1 juli 2012

SUKSES

13

Lomba Cerdas cermat

30 juni 2012

SUKSES

14

Penyuluhan Tentang Sejarah

25 Juni 2012

SUKSES

15

Penerangan rumah pintar

27 Juni 2012

SUKSES

16

Pembinaan TPA

19 juni 2012 – 29 juni 2012

SUKSES

17

Penyuluhan Kesehatan Umum

30 juni 2012

SUKSES

18

Pelatihan Keterampilan (Kurmat)

18 Juni 2012

SUKSES

19

Pelatihan Keterampilan (Onde-onde)

26 juni 2012

SUKSES

20

Pelatihan Keterampilan (Nugget)

21 Juni 2012

SUKSES

21

Pelatihan Keterampilan (Stick)

28 Juni 2012

SUKSES

22

Kursus Pelatihan luar sekolah (Mengajar Di rumah pintar)

14 juni – 27 Juni 2012

SUKSES

23

Kursus Pelatihan luar sekolah (MMP)

13 juni 2012 – 27 juni 2012

SUKSES

24

Pembuatan sarana cuci tangan

27 Juni 2012

SUKSES

25

Konseling

19 juni 2012 – 22 juni 2012

SUKSES

26

Kursus Pelatihan luar sekolah (Flanel)

1 juli 2012

SUKSES

27

Evaluasi memasak

2 Juli 2012

SUKSES

  1. Pembahasan Kegiatan

    Berikut akan dijelaskan rincian pelaksanaan program kerja KKN Bakti Pertiwi yang telah dilaksanakan di Dusun Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun:

    1. Pengadaan Tong Sampah

      Bidang        : Pemukiman

      Nomor Sektor    : 15.1.3.06

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Program pengadaan tong sampah dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2012. Program ini dilaksanakan berdasarkan kejadian di dusun petung yang beberapa warganya pernah menderita demam berdarah. Penempatan tempat sampah ditempatkan di Omah pinter, Musholla, di perempatan jalan, dan di balai dusun.

      2. Faktor Pendukung

        Program kerja ini mendapat dukungan sangat baik oleh warga. Sehingga mereka dapat membuang sampah pada tempatnya dan lingkungan dusun petung menjadi lebih bersih.

      3. Faktor Penghambat

        Tidak ada hambatan yang cukup berarti dalam proses persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi program ini. Hampir seluruh pihak yang terkait mendukung terlaksananya seluruh rangkaian program ini.

    2. Pembinaan Kepengusahaan Industri Kecil Makanan

      Bidang        : Industri Kecil

      Nomor Sektor    : 01.1.1.55

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pemasaran
        1. Pelaksanaan Program

          Terkait dengan program studi yang penulis tempuh, penulis memiliki gagasan untuk memberikan penyuluhan tentang pemasaran krupuk ikan yang baik. Banyaknya loper yang tidak membayar menyebabkan pemasaran yang dijalankan terhambat. Dengan adanya keluhan ini, penulis tertarik untuk memberikan penyuluhan terkait dengan pemasaran agar pemilik pabrik krupuk ikan tidak mengalami kerugian.

        2. Faktor Pendukung

          Antusias dan keinginan untuk memperoleh laba dalam jumlah besar, merupakan faktor pendukung penulis melakukan penyuluhan tentang pemasaran.

        3. Faktor penghambat

          Faktor yang menjadi penghambat dalam proses pemasaran krupuk ikan adalah loper krupuk banyak yang tidak jujur dan utang dalam jangka waktu yang lama.

      2. Pembukuan
        1. Pelaksanaan Program

          Program ini terlaksana pada tanggal 21 Juni 2012 – 2 Juli 2012. Program ini berjuan ingin mengetahui sejauh mana pihak manajemen pabrik krupuk ikan membuat catatan harian agar laba yang dihasilkan dapat terlihat secara transparan dan jelas. Pelaksanaan program ini dilaksanakan dengan survei tempat terlebih dahulu agar dapat diketahui permasalahan apa yang dihadapi oleh pabrik krupuk ikan dalam mencapai laba yang besar. Setelah melakukan survei ternyata pihak pabrik ikan belum membuat catatan harian pembukuan untuk pengeluaran dan pemasukan sehari-hari. Penulis memberikan sedikit ilmu pembuakuan kepada pemilik pabrik krupuk ikan bagaimana cara mencatat pengeluaran dan pemasukan yang benar sehingga laba dapat diketahui dengan jelas. Dengan adanya program ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemilik pabrik krupuk ikan dan usahanya dapat lebih berkembang lagi.

        2. Faktor Pendukung

          Program ini terlaksana dengan baik karena pihak pemilik Pabrik Krupuk Ikan sangat berminat ketika diberi sedikit ilmu tentang pembukuan.

        3. Faktor Penghambat

          Uang untuk modal masih dijadikan satu dengan uang untuk keperluan keluarga sehari-hari dan tidak ada catatan pembukuan sama sekali yang mengakibatkan laba sering berkurang.

    3. Menyediakan Sarana Perpustakaan

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor    : 11.1.3.01

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Program pembuatan perpustakaan mini dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2012. Program ini muncul ketika pertama kali survey dilaksanakan dan mengetahui keadaan fasilitas di Omah Pinter yang masih belum lengkap sehingga terpikir untuk membuat program pengadaan perpustakaan mini yang terbilang sangat sederhana. Terbuat dari kardus bekas yang disampuli rapi sehingga tampilanya terlihat bagus dan menarik. Kemudian di isi dengan buku-buku sumber yang relevan untuk para siswa di Omah Pinter. Jenis buku yang ada meliputi ilmu social, ilmu alam, agama, kesehatan, kebahasaan, matematika, serta buku-buku yang lain. Buku-buku tersebut sebagian berasal dari para peserta KKN sendiri, dan sebagian didapat dengan cara membeli. Administrasi buku-buku perpustakaan mini tersebut telah dipersiapkan dan diatur. Hal tersebut salah satu upaya untuk menjaga dan merawat sarana tersebut agar bertahan lama. Proses pembuatan perpustakaan mini tersebut bisa terealisasikan dengan bantuan dari peserta KKN yang lain. Para siswa di Omah Pinter menerima perpustakaan tersebut dengan sangat senang. Mereka bisa membaca dan meminjam buku-buku tersebut. Harapan dari program ini adalah bisa menumbuhkan minat baca para siswa di Omah Pinter terhadap buku pengetahuan. Program ini bisa terlaksana dengan baik dan sesuai harapan, serta mendapat respon yang baik dari para siswa.

      1. Faktor Pendukung

        Belum adanya sarana memnbaca di Omah Pinter Tunas Harapan, sehingga program pembuatan perpustakaan mini tersebut bisa menjadi suatu hal yang sangat bermanfaat bagi siswa di Omah Pinter.

      2. Faktor Penghambat

        Tidak ada faktor penghambat dalam program pengadaan perpustakaan mini untuk Omah Pinter.

    4. Pengadaan Alas Di Omah Pinter

      Bidang        : Pemukiman

      Nomor Sektor    : 11.1.3.01

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Pengadaan Alas di Omah Pinter ini didasari dari keadaan tempat belajar omah piter yang beralaskan tanah. Pada saat belajar siswa omah pinter hanya menggunakan tikar dari kain. Dengan udara yang cukup dingin di dusun petung, maka tikar itu akan meyerap dingin dan lembab. Jadi kurang nyaman saat digunakan untuk belajar. Pada program ini, alas yang digunakan adalah terpal. Terpal dapat menjadi isolator dingin yang cukup baik.

        1. Faktor Pendukung

          Program kerja ini mendapat dukungan sangat baik oleh warga. Terutama ibu-ibu PKH yang anak-anaknya belajar di omah pinter.

        2. Faktor Penghambat

          Tidak ada hambatan yang cukup berarti dalam proses persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi program ini. Hampir seluruh pihak yang terkait mendukung terlaksananya seluruh rangkaian program ini.

    5. Pengadaan Meja Belajar

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor    : 01.1.1.55

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Program ini dijalankan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang ada di Omah Pinter. Sebelum mahasiswa datang, anak-anak belajar di tikar. Setelah melihat kondisi belajar tersebut, mahasiswa memiliki gagasan untuk membelikan meja belajar agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman. Dengan adanya sarana dan prasarana ini, diharapkan anak-anak semakin antusias datang ke Omah Pinter, rajin belajar dan nyaman saat belajar.

        1. Faktor Pendukung

          Progam ini dapat berjalan dengan baik atas dukungan dari banyak pihak, diantaranya : rekan mahasiswa, bapak kepala dusun Petung, dan peserta didik Omah Pinter. Dengan adanya meja belajar, minat belajar anak-anak semakin bertambah. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya anak-anak yang datang ke Omah Pinter.

        2. Faktor Penghambat

          Tidak ada hambatan yang cukup berarti dalam melaksanakan program ini. Hampir seluruh pihak yang terkait mendukung terlaksananya seluruh rangkaian program ini sehingga dapat berjalan dengan baik.

    1. Pengadaan mading Omah Pinter

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor    : 11.1.1.05

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Program pembuatan Mading sederhana dilaksanakan pada tanggal 22 s/d 28 Juni 2012 dan diletakkan di Omah Pinter Tunas Harapan pada tanggal 03 Juli 2012. Program ini muncul ketika pertama kali survey dilaksanakan dan mengetahui keadaan fasilitas di Omah Pinter yang masih belum lengkap sehingga terpikir untuk membuat program pengadaan mading yang terbilang sangat sederhana. Terbuat dari stereoform ukuran 1 x 1 meter dan dilapisi kain flanel dan dihiasi kertas marmer dan pita sehingga tampilanya terlihat bagus dan menarik. Kemudian mading tersebut di isi dengan karya-karya para siswa di Omah Pinter, bahkan sebagian kecil mahasiswa ikut menyumbangkan karyanya baik berupa gambar maupun tulisan. Pada hari pertama yang mebuat karya untuk mading adalah siswa kelas 4 s/d 6 dan pada hari berikutnya kelas 1-3 selanjutnya kelas TK. Hasil karya siswa diseleksi terlebih dahulu sebelum ditempelkan di mading. Proses pembuatan mading sederhana tersebut bisa terealisasikan dengan bantuan dari peserta KKN yang lain. Para siswa di Omah Pinter menerima mading tersebut dengan sangat senang. Harapan dari program ini adalah bisa menumbuhkan minat para siswa di Omah Pinter untuk menghasilkan sebuah karya. Program ini bisa terlaksana dengan baik dan sesuai harapan, serta mendapat respon yang baik dari para siswa.

        1. Faktor Pendukung

          Sebagian besar siswa yang belajar di Omah Pinter Tunas Harapan anak-anaknya penurut, sehingga bisa dengan mudah menerima penjelasan dari mahasiswa KKN.

        2. Faktor Penghambat

          Tidak ada tempat yang strategis untuk menempelkan mading di Omah Pinter karena Omah Pinter terletak di rumah penduduk. Mudahnya jangkauan anak kecil sehingga kemungkinan untuk rusak sangat mungkin.

      1. Pembuatan Media Pembelajaran

        Bidang                  : Pendidikan

        No. Sektor             : 11.2.1.02

        Status program       : Berhasil Dilaksanakan

        Sifat Program         : Monodisipliner

        1. Pelaksanaan Program
          1. Media Bahasa Inggris

            Pembelajaran bahasa inggris sangat penting untuk anak-anak saat sekarang ini. Namun terkadang ketika proses pembelajaran bidang pelajaran bahasa Inggris berlangsung anak-anak terlihat antusias namun mereka merasa sulit untuk memahami pelajaran bahasa inggris. Hal itu ternyata juga dialami oleh anak-anak di Omah Pinter. Mereka mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran bahsa Inggris. Program pembuatan media pembelajaran bahasa Inggris adalah salah satu upaya untuk membuat anak-anak menjadi mudah untuk paham ketika belajar bahasa Inggris. Media pembelajaran yang dibuat berupa poster bergambar dan range colours. Poster bergambar yang berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi dasar bahasa Inggris. Range colours merupakan media pembelajaran yang berisi tentang bermacam-macam warna, dikemas dalam bentuk rangkaian seperti frame yang terbuat dari kertas karton dan kertas warna yang dikemas dalam berbagai bentuk. Media pembelajaran ini bisa digunakan berkali-kali, karena diletakkan di dinding tempat Omah Pinter berlangsung. Dalam pembuatan media ini terdapat beberapa pesetta KKN lain yang ikut berpartisipasi membantu penyelesaiannya. Hasil yang terlihat dari pembuatan media pembelajaran ini adalah ketika dalam pembelajaran menggunakan media, siswa lebih merasa tertarik dan senang untuk belajar bahasa inggris. Namun yang terpenting dari pembuatan media pembelajaran ini adalah bertujuan membuat anak-anak lebih mudah dalam memahami ketika belajar bahasa inggris. Karena siswa lebih tertarik dan mengaku ketika belajar menggunakan media, mereka merasa seperti benar-benar terbawa ke dalam apa yang sedang dipelajari. Program pembuatan media pembelajaran ini dapat berjalan dengan lancar dan hassilnya pun sesuai dengan apa yang diharapkan.

          2. Media Pembelajaran

            Media sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik bila ditunjang oleh beberapa faktor antara lain media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan pembelajaran karena memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sehubungan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dalam perencanaan pembelajaran. Media pembelajaran yang dipilih adalah media pembelajaran Bangun Ruang yang kemudian dijadikan program di omah pinter, tujuannya adalah siswa diajak langsung membuat media pembelajaran tanpa mereka harus terdiam hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Di sisi lain bisa membuat siswa menjadi siswa yang aktif dan kreatif, menciptakan hal yang baru berdasarkan bakat mereka.

            Kegiatan media pembelajaran ini dilakukan pada hari jumat tanggal 29 Juni mulai pukul 09.00-11.00 WIB

            Pemilihan media pembelajaran adalah karena keterbatasan sarana dan prasarana yang tidak mencukupi di omah pinter. Sehingga terkadang siswa jemu karena dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya mendengarkan ceramah dan hanya mencatat saja. Mereka membutuhkan sesuatu yang baru yang bisa membuat mereka sedikit termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. Diharapkan dengan adanya pembuatan media pembelajaran akan memberikan hasil yang optimal dalam keberlangsungan kegiatan belajar mengajar ( KBM) di omah pinter.

          1. Faktor Pendukung

          Alat dan bahan untuk pembuatan media yang mudah dijangkau. Belum adanya media pembelajaran di Omah Pinter.

          1. Faktor Penghambat

            Tidak ada faktor penghambat dalam program pembuatan media pembelajaran ini.

      2. Pembuatan Kliping

        Bidang        : Pendidikan

        Nomor Sektor    : 11.1.3.01

        Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

        1. Pelaksanaan Program

          Melihat sarana dan prasarana omah pintar yang ada di Dusun Petung Timur Desa pajaran ini masih kurang memadahi, maka dari itu diadakan kegiatan pembuatan kliping. Kegitan ini dilakukan mulai dari penentuan kategori kliping, pemotongan kertas kliping sampai dengan penempelan kliping pada kertas hvs. Kategori kliping yang ditentukan yaitu, kategori ekonomi, pendidikan, hukum, kesehatan, kriminal dan olahraga. Kegiatan ini dimaksudkan agar para peserta dapat mempelajari dan memahami permasalahan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang telah dikategorikan tersebut. Kegiatan ini dilakukan selama satu hari yang bertempat di omah pintar dan di sekretariat. Kegiatan ini tergolong sukses karena dari minat dan antusias para peserta kegiatan dan jumlah peserta yang cukup banyak dalam mengikuti kegiatan ini.

          1. Faktor Pendukung

            Semangat siswa yang sangat luar biasa dalam mengikuti kegiatan ini. Bahan-bahan praktikum mudah diperoleh sehingga memperlancar proses kegiatan yang dilakukan.

          2. Faktor Penghambat

            Masih banyak para peserta yang belum bisa membedakan jenis berita. Banyak peserta yang masih belum paham dengan cara pembuatan kliping dan pengertian kliping. Pengetahuan tentang artikel ataupun berita masih kurang sekali. Kurangnya minat membaca para peserta sehingga kesulitan dalam mencerna dan memahami sebuah berita atau pesan yang terkandung dalam sebuah artikel.

      3. Bank Sampah

        Bidang        : Pendidikan

        Nomor Sektor    : 15.1.3.12

        Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

        1. Pelaksanaan Program

          Program ini dilakukan karena sebelumnya Dusun Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan merupakan dusun yang kurang memperhatikan dalam segi kesehatan. Menurut informasi dari Kepala Dusun setempat bahwa tahun kemarin ada sebanyak 8 orang anak yang terserang penyakit Demam Berdarah yang akhirnya semuanya harus menjalani rawat inap di Puskesmas setempat. Menurut Kepala Dusun mengakui bahwa masyarakatnya kurang memahami bagaimana cara hidup yang bersih dan sehat. Sehingga banyak warganya terutama anak-anak terserang penyakit.

          Kegiatan Bank Sampah ini dilakukan pada hari minggu selama 2 kali terhitung dari tanggal 22 dan 24 juni 2012.

          Pemilihan kegiatan Bank Sampah ini adalah mengajak siswa untuk mengetahui betapa pentingnya kesehatan dengan membuang sampah pada tempatnya. Membersihkan selokan yang kotor, jangan membuang sampah di sembarang tempat karena itu akan menjadi tempat bersarangnya wabah penyakit. Dan yang paling penting dari kegiatan Bank Sampah ini adalah siswa bisa membedakan mana yang termasuk sampah organik maupun anorganik. Dengan adanya Bank Sampah ini siswa juga mengetahui bahwa sampah bukan hanya barang yang kotor tetapi mempunyai nilai jual yang tinggi. Seperti contohnya bekas botol air minum dalam kemasan, atau kaleng bekas bisa diolah menjadi barang yang punya nilai dan arti. Dengan adanya Bank Sampah siswa bisa memahami apa arti kesehatan itu dan menjadikan sampah menjadi barang yang punya nilai jual yang tinggi.

          1. Faktor Pendukung

          Partisipasi siswa sangat tinggi dalam mengumpulkan berbagai macam sampah sehingga siswa bisa menggolongkan sampah organik maupun anorganik. Semangat dan kerjasama yang tinggi sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan.

          1. Faktor Penghambat

          Ada beberapa anak yang sulit diatur membuat kegiatan Bank Sampah tidak tepat waktu. Sempitnya lahan untuk digunakan Bank Sampah sehingga membatasi ruang gerak mereka. Sebagian dari mereka masih menganggap bahwa sampah adalah barang yang kotor sehingga mereka tidak mau.

      4. Pembuatan Herbarium

        Bidang        : Pendidikan

        Nomor Sektor    : 15.1.3.12

        Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

        1. Pelaksanaan Program

          Program pembuatan herbarium dipilih karena sesuai dengan program studi penanggung jawab program yaitu Biologi. Sebelum pembuatan herbarium yang tentu saja membutuhkan kegiatan luar, oleh karena itu pada tanggal 17 Juni 2012, anak-anak diajak jalan-jalan untuk belajar diluar, yaitu di tanah lapang di ujung jalan yang deka dengan persawahan. Kegiatan dimulai pukul 09.00 di awali dengan outbond untuk melatih kerjasama, kekompakan, kesabaran, dan menyegarkan pikiran serta membuat anak-anak senang.

          Anak-anak dalam mengikuti kegiatan outbond terlihat senang walaupun cuaca cukup panas dan rasa penasaran mereka muncul yang berarti mereka sangat tertarik dengan hal-hal baru. Selama ini mayoritas anak – anak bermain di sekitar waduk yang tentu saja hal itu sangat membahayakan keselamatan mereka. Setelah selesai kegiatan outbond, anak-anak istirahat dulu sambil dibagikan makanan kecil. Setelah dirasa cukup beristirahat, barulah pembuatan herbarium dimulai dengan pertama mereka disuruh mencari tiga tanaman kecil yang berbeda. Setelah dapat mereka kembali ke Omah Pinter untuk mulai membuat herbarium. Pembuatan herbarium membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu karena menunggu tanaman kering tanpa menggunakan sinar matahari. Setelah tanaman kering barulah dimulai proses penempelan di kertas karton kemudian disampuli agar tahan lama dan dihias agar terlihat lebih bagus sesuai dengan kreasi anak-anak.

          Manfaat yang didapat dari program pembuatan herbarium ini adalah melatih ketelatenan, kesabaran, dan kreatifitas anak-anak. Ketelatenan dalam menata tanaman sebelum dikeringkan agar hasilnya bagus karena tidak boleh sering dibuka. Kesabaran dalam menunggu tanaman kering karena membutuhkan waktu. Kreatifitas dalam menempelkan tanaman yang sudah kering dan menghias sekelilingnya agar menjadi lebih menarik.

          1. Faktor Pendukung

            Partisipasi siswa sangat tinggi karena siswa merasa senang dengan kegiatan outbond yang mereka ikuti. Kegiatan outbond adalah kegiatan yang secara tidak langsung membuat anak belajar tanpa mereka sadari sambil bermain. Meskipun dalam setiap kelompok terdiri dari berbagai tingkatan kelas, semua anggota sangat semangat dan memiliki kerjasama yang tinggi dalam kelompok sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan dan tugas pun berhasil dilaksanakan dengan baik. Keingintahuan anak-anak yang sangat besar mengenai akan menjadi seperti apa tanaman mereka nantinya menjadi faktor pendukung utama dalam kegiatan pembuatan herbarium ini. Hal ini disebabkan karena apabila mereka tidak penasaran, anak-anak tidak akan mau susah-susah mencari tanaman untuk dibuat herbarium. Alat-alat yang dibutuhkan sangat mudah didapat dan sederhana dalam pembuatan herbarium. Anak-anak sangat mudah diarahkan dalam mengikuti prosedur pembuatan herbarium sehingga mahasiswa sebagai penanggung jawab tidak terlalu bersusah payah dalam menjelaskan.

      5. Pelatihan Menanam Tanaman Holtikultural

        Bidang        : Pendidikan

        Nomor Sektor    : 11.2.1.01

        Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

        1. Pelaksanaan program

          Kegiatan pengadaan menanam tanaman holtikultura dilaksanakan paada tanggal 27 Juni 2012 pada pukul 09.00 hingga 11.00. kegiatan dilaksanakan di Rumah Pinter Tunas Harapan dan diikuti oleh 21 siswa yang terdiri dari siswa SD kelas 3, 4, 5, 6 dan SMP. Kegiatan tersebut meliputi cara menanam tanaman holtikultura dalam polybag dan perawatannya, mahasiswa juga mempraktekan secara langsung cara bercocok tanam kepada anak-anak peserta Rumah Pintar. Siswa diberikan kesempatan untuk praktek langsung menanam bibit cabai dan terong. Media yang digunakan untuk menanam adalah tanah yang sebelumnya telah dicampur dengan pupuk kandang. Kegiatan berlangsung secara tertib dan lancar. Diakhir kegiatan dilaksanakan posttes untuk menguji kefahaman materi yang telah diberikan mahasiswa kepada siswa peserta Rumah Pintar.

        2. Faktor Pendukung

          Di depan Rumah Pintar tersedia sumur yang dapat digunakan untuk mengambil air, sehingga memudahkan dalam mengambil air untuk digunakan menyiram tanaman setiap hari.

        3. Faktor Penghambat

          Cuaca di Dusun Petung yang sangat panas membuat beberapa bibit yang sudah di tanam layu dan mati, namun beberapa bibit lainya tumbuh subur. Faktor penghambat di atas dapat diatasi dengan menaruh tanaman dalam naungan pohon yang lebih besar agar mengurangi intensistas cahaya matahari yang diteri tanaman.

      6. Kegiatan Outbound

        Bidang        : Pendidikan

        Nomor Sektor    : 11.1.1.06

        Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

        1. Pelaksanaan Program

          Kegiatan ini dilakukan karena Sebelumnya dusun petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan merupakan dusun yang tidak banyak memiliki kegiatan permainan. Kebanyakan anak – anak bermain di sekitar waduk yang tentu saja hal itu sangat membahayakan keselamatan mereka. kegiatan outbond ditujukan untuk mengisi kegiatan di Dusun Petung khususnya bagi anak dan remaja. Tujuan dari kegiatan ini adalah menambah kekompakan, mempererat keakraban dan tentu saja dapat menyegarkan pikiran dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan.

          Kegiatan outbond dilakukan pada hari minggu selama 3 kali terhitung dari tanggal 17, 24 juni 2012 dan 1 juli 2012. Pada awal kegiatan outbond belum banyak peserta yang mengikuti, namun pada kegiatan outbond selanjutnya peserta yang mengikuti semakin banyak. Kegiatan outbond dibagi menjadi 2 bagian. Pertama diperuntukkan untuk anak PAUD, TK dan SD kelas 1 dan kelas 2. Kedua diperuntukkan untuk anak kelas 3, 4, 5, 6 dan anak SMP. Tujuan dari pembagian ini adalah untuk membedakan kegiatan outbond yang akan dilakukan sesuai dengan tingkat kematangan dan pola pikir mereka.

          Kegiatan outbond untuk kelas rendah adalah kegiatan permainan anak-anak yang menyenangkan seperti mahasiswa menyampaikan cerita namun dalam cerita tersebut terdapat perintah yang harus dilakukan oleh anak-anak. Selain itu latihan gerak mengikuti aba-aba dari mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan mengembangkan motorik mereka sehingga mereka bisa peka dalam segala hal.

          Sedangkan kegiatan outbond untuk kelas tinggi adalah permainan yang melatih kekompakan, kesabaran, tanggung jawab dan berpikir kritis seperti memasukkan air dari botol ke dalam botol yang sebelumnya botol satu dikasih 6 tali rafia yang cukup panjang. Anak-anak diminta untuk menuangkan air di botol yang ada talinya kedalam botol lain tanpa memegang botol dan air dalam botol tersebut tidak tumpah. Selanjutnya dalam satu kelompok diberi tali yang kemudian tali itu dibentuk lingkaran sama besar dengan kelompok lain kemudian anggota kelompok masuk dalam tali yang berbentuk lingkaran namun semakin lama lingkaran tersebut semakin kecil dan harus mampu menampung tubuh anak-anak dalam satu kelompok.

          Pemilihan kegiatan outbond dalam pembinaan untuk kegiatan anak dan remaja dikarenakan anak dan remaja masih membutuhkan bentuk-bentuk permainan yang banyak menggunakan olah tubuh dan kerjasama. Dengan pelaksanaan kegiatan outbond anak dan remaja diajak untuk bermain bersama dengan tuntutan kerjasama antara satu orang dengan orang yang lain dalam tim. Manfaat yang didapat dari program outbond ini adalah semua tim bisa berbaur, setara dan bisa memberikan acuan penilaian terhadap sikap peserta yakni bisa menilai karakter seseorang dari permainan tim yang dilakukan.

        2. Faktor Pendukung

          Partisipasi siswa sangat tinggi karena siswa merasa senang dengan kegiatan outbond yang mereka ikuti.

          Semangat dan kerjasama yang tinggi dalam kelompok sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan.

          Adanya beberapa permainan yang menarik sehingga siswa menjadikan kegiatan outbond adalah kegiatan yang menyenangkan dan memberikan pengalaman baru.

          Antusias siswa cukup tinggi karena setiap kegiatan outbond yang dilakukan mereka tidak mau melewatkan dan dapat bekerjasama dengan anggota kelompok.

    2. Lomba Cerdas Cermat

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor        : 11.1.1.05

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan program

      Sebelumnya Dusun Petung, Desa pajaran merupakan dusun yang tidak banyak memiliki kegiatan untuk mengetahui seberapa besar wawasan pengetahuan yang dimiliki oleh anak-anak mereka, khususnya mengenai lomba cerdas cermat. Program cerdas cermat anak sekolah dasar ditujukan untuk mengisi kegiatan di Dusun petung, desa pajaran khususnya bagi peserta didik. Cerdas cermat ini sangatlah berguna bagi anak-anak yang diadakan kurang lebih sampai dua jam.

      Kegiatan lomba cerdas cermat ini ditujukan bagi kelas 3, 4, 5 dan 6. Diaman dipilih untuk juara 1, 2 dan 3. Program ini dibuat untuk melatih kekuatan otak dan pikiran anak-anak untuk selalu belajar melalui kompetisi yang sederhana dan menarik. Selain itu, juga diberikan doorprise untuk para suporter penonton pendukung. Mereka diberikan pertanyaan, dan jika pertanyaan dijawab dengan tepat dan baik, maka akan mendapatkan doorprise.

      Pemilihan kegiatan cerdas cermat dalam pembinaan untuk kegiatan anak dikarenakan masih membutuhkan bentuk-bentuk kompetesi yang banyak menggunakan asah otak dan kerjasama yang kuat. Dengan pelaksanaan kegiatan cerdas cermat anak diajak untuk bersaing bersama secara sehat dan bersemangat dengan teka-teki dan tuntutan kerjasama antara satu orang dengan orang yang lainya di dalam tim.

      1. Faktor Pendukung

        Partisipasi siswa sangat tinggi karena siswa merasa senang dengan kegiatan cerdas cermat yang mereka ikuti. Semangat dan kerjasama yang tinggi dalam kelompok sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Adanya beberapa hadiah dan doorprise yang menarik sehingga siswa menjadikan kegiatan lomba cerdas cermat adalah kegiatan yang menyenangkan dan memberikan pengalaman baru. Motivasi untuk bersaing mengadu kekuatan otak dan pengetahuan mereka sangat tinggi, sehingga dapat mendukung jalannya kegiatan lomba cerdas cermat dengan baik sampai selesai.

      2. Faktor Penghambat

        Ada beberapa anak yang sulit diatur membuat kegiatan lomba cerdas cermat tidak tepat waktu. Sempitnya tempat untuk digunakan kegiatan lomba cerdas cermat sehingga membatasi ruang gerak mereka. Ada beberapa anak yang dipanggil untuk masuk ke sekolah, sehingga peserta yang mengikuti kegiaan lomba cerdas cermatpun menjadi berkurang.

    3. Penyuluhan Tentang Sejarah

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor        : 11.3.9.55

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Program ini dijalankan karena adanya kebutuhan akan kemampuan untuk mengkader generasi muda sejak anak-anak dengan pendidikan kesejarahan yang komprehensif, sedangkan pada pelaksanaannya pengajaran mengenai kesejarahan tesebut belum berjalan dengan baik dikarenakan tenaga pengajar cenderung mengabaikan kesejarahan mengenai perjalanan para pejuang dengan keteladanan yang diberikannya kepada kita sebagai generasi penerus bangsa.

        Pelaksanaan program ini diperuntukkan untuk membantu tenaga pengajar dan memberikan materi-materi tambahan yang dapat menarik anak sehingga anak lebih bersemangat dalam mengikuti setiap materi pengajaran yang di berikan, khususnya mengenai kesejarahan. Dengan adanya bantuan tenaga pengajar ini anak-anak dapat belajar memahami tentang pentingnya mengingat sejarah yang tidak dapat dilupakan begitu saja yang di sesuaikan dengan kemampuan anak. Untuk keberlanjutan sistem ini maka diadakan juga regenerasi tenaga pengajar yang diharapkan dapat membantu pengajaran setelah KKN ditarik.

      2. Faktor Pendukung

        Dengan diadakannya program penyuluhan sejarah, anak-anak sangat berantusias untuk memperhatikan dan mendengarkannya mereka faham dengan belajar sejarah mereka dapat mengerti dan memahami peristiwa-peristiwa pada masa lampau, di Dusun Petung sendiri ada sejarah yang sampai sekarang dijadikan tempat wisata yaitu waduk Bening.

      3. Faktor Penghambat

        Sedikitnya masyarakat yang mengetahui sejarah dari Desa Pajaran, dengan begitu cukup kesulitan untuk memberikan penyuluhan/cerita sejarah. Banyaknya cerita dari masyarakat mengenai sejarah Desa Pajaran sehingga mempersulit untuk memberikan penyuluhan karena belum tahu pasti kebenarannya.

    4. Penerangan Omah Pinter

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor        : 19.2.1.03

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

    5. Pembinaan TPA

      Bidang        : Keagamaan

      Nomor Sektor        : 15.1.1.02

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Senin sampai Kamis. Pembinaan TPA dilaksanakan seusai Sholat Asar dan bertempat di Mushola Nurul Huda. Kegiatan yag dilakukan di antaranya adalah baca tulis Al-Qur’an, hafalan surat pendek, sholawatan, hadrah dan materi keagaman ringan. Antusias anak – anak dalam mengikuti TPA cukup tinggi sesuai dengan obrolan Bapak Abdul Rokhim, “biasanya yang TPA Cuma 10-an orang, tidak sebanyak ini” begitu kata beliau. Saat dibina oleh kami, jumlah peserta TPA mencapai 30 anak. Kegiatan TPA berlangsung selama delapan hari dan berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti.

      2. Faktor Pendukung

        Anak-anak di dusun petung timur masih banyak yang belum lancar membaca tulisan arap. Jadi program ini dapat menjadi wadah bagi mereka untuk belajar.

        1. Faktor Penghambat

          Tak ada hambatan pada program kerja ini

    6. Penyuluhan Kesehatan Umum

      Bidang        : Kesehatan

      Nomor Sektor        : 13.1.1.55

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Kegiatan ini difokuskan pada penyakit diare dan jambanisasi. Pemilihan materi ini dikarenakan bahwa banyak warga Dusun Petung (Timur) yang belum memiliki jamban (MCK) yakni sebanyak 40 % Kepala Keluarga. Untuk yang sudah memiliki jamban pun, hampir separuhnya berupa jamban yang seserhana (model jumbleng), sesuai hasil survei yang kami lakukan selama dua hari.

        Langkah awal yang kami lakukan adalah menghubungi praktisi kesehatan yang mampu dan berpengalaman (18 Juni). Kami menghubungi Bu Endang Pergiwati Amd. Kes., beliau adalah bidan di Dusun Petung. Alasan kami memilih beliau adalah karena rumah beliau yang dekat dan juga beliau sudah banyak mengenal warga sekitar. Karena jadwal yang masih menyesuaikan, kami belum dapat menemukan waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan tersebut.

        Pada hari Rabu tanggal 27 Juni kami menghubungi beliau kembali untuk memastikan waktu pelaksanaan kegiatan dan sepakat kegiatan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 30 Juni ba’da Maghrib bertempat di Mushola Nurul Huda sekaligus kami meminta print out materinya untuk kami gandakan. Besuknya hari Kamis tanggal 28 Juni kami menyurvei MCK warga sekaligus menyampaikan undangan bahwa akan diadakan penyuluhan kesehatan pada hari Sabtu ba’da Maghrib bertempat di mushola Nurul Huda.

        Hari Jumat tanggal 29 Juni kami meminta ijin mushola kepada bapak Abdul Rokhim untuk dijadikan tempat kegiatan penyuluhan kesehatan sekaligus ijjin untuk menggunakan perlengkapan berupa tikar dan sound system dan Alhamdulillah beliau memberi ijin an mempersilahkan kami untuk mempersiapkan tempat sendiri.

        Sabtu pagi kami mempersiapkan konsumsi dan foto copy materi untuk undangan (peserta penyuluhan), menghubungi Pak Kasun untuk berkenan memberikan sambutan dan membuka acara. Setelah itu kami membersiapkan tempat, tikar dan sound system yang akan digunakan. Sebelum Maghrib kami kembali menghubungi pemateri untuk memastikan kembali.

        Acara yang direncanakan dimulai pukul 18.00 menjadi molor karena warga/undangan molor dan Pak Kasun ada kendurian dadakn, namun hal ini tidak menjadi kendala yang berarti dan acara bisa dimulai pada pukul 18.45. acara berlangsung aman terkendali dan warga juga antusias mendengarkan, hal ini terlihat dari keadaan yang kondusif dan tenang serta ada tanya jawab antara pemateri dan peserta. Di akhir acara diusulkan untuk diadakan arisan jamban agar warga bisa memiliki jamban secara mudah.

        1. Faktor Pendukung

          Banyak warga dusun petung timur yang belum memiliki jamban. Menurut survei kami ada 40% warga yang tidak memiliki jamban.

        2. Faktor Penghambat

          Tidak ada suatu hal yang menghambat pelaksanaan acara ini.

    7. Pelatihan Keterampilan (Kurmat)

      Bidang        : Peranan wanita, anak, dan remaja

      Nomor Sektor        : 13.3.9.57

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Program ini dijalankan karena melihat dan mengetahui kondisi serta keadaan riel (nyata) masyarakat Dusun Petung, Desa Pajaran yang masih kurang terampil dalam di dalam memasak, terutama bagi para ibu-ibu. Mereka hanya mengolah apa yang mereka bisa dan ketahui, tanpa adanya inisiatif untuk memanfaatkan segala tanaman yang ada di sekitar mereka.

        Dengan membuat program keterampilan memasak(kurmat) bagi ibu-ibu, diharapkan mereka lebih mengetahui bahwa buah tomat tidak hanya dibuat untuk sayur ataupun sambal saja, akan tetapi juga dapat dibuat manisan yang disebut kurma tomat. Dengan begitu, ibu-ibu dapat membuat makanan ringan (camilan) tambahan dengan memanfaatkan tanaman disekitar, dimana dapat dibuat sesuai dengan selera mereka.

        Kegiatan ini sangatlah baik apabila dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dan ibu-ibu juga dapat mengkolaborasikan makanan ringan ini dengan kreasi mereka, dimana dapat mendorong mereka untuk lebih aktif kreatif dan terampil dalam memasak.

      2. Faktor Pendukung

        Antusias ibu-ibu yang sangat tinggi, Bahan mudah didapatkan dan terjangkau, Proses pembuatan sangat mudah.

      3. Faktor Penghambat

        Untuk bahan harus benar-benar tomat yang bagus dan merah, besar kecilnya harus sama, Proses pembuatan tidak langsung bisa dikerjakan, harus menunggu bahan direndam dulu, Membutuhkan waktu yang lama dalam proses memasaknya.

    8. Pelatihan Keterampilan (Onde-onde)

      Bidang        : Peranan wanita, anak, dan remaja

      Nomor Sektor        : 13.3.9.58

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan program

        Salah satu program di bidang peranan anak, wanita dan remaja adalah mengajari ibu-ibu warga Petung Timur memberdayakan sumber daya yang ada di desa tersebut. Contohnya membuat nugget ikan, karena sebagian besar warga desa Petung Timur bekerja sebagai nelayan di waduk Widas. Selain itu mahasiswa juga mengajari ibu-ibu membuat makanan ringan yang mudah proses pembuatan dan pencarian bahannya. Atas permintaan ibu-ibu maka di putuskan untuk membuat makanan ringan yang bisa bertahan lama.

        Pada pertemuan ke 3, tepatnya tanggal 26 Juni 2012 mahasiswa mengajarkan resep onde-onde ceplus. Resep yang ditawarkan sebelumnya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ibu-ibu peserta, akhirnya disetujui untuk membuat onde-onde ceplus. Resep tersebut diplih karena proses pembuatannya cepat dan mudah serta bahan-bahannya mudah untuk didapatkan.

    9. Pelatihan Keterampilan (nugget)

      Bidang        : Peranan wanita, anak, dan remaja

      Nomor Sektor        : 13.3.9.58

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Mayoritas pekerjaan dari masyarakat dusun Petung adalah nelayan. Hal inilah yang memberikan potensi ikan yang memadai. Dari potensi tersebut, mahasiswa berusaha menggalinya lebih dalam dengan cara membuat produk olahan dari ikan yaitu nugget. Kebanyakan nugget yang beredar di pasaran terbuat dari daging ayam. Oleh karena itu mahasiwa tertarik untuk membuat variasi baru nugget yaitu dari ikan. Ikan itu sendiri memiliki kandungan protein yang sangat tinggi sehingga baik bagi tubuh. Proses pertama yaitu Mahasiswa mencoba mempraktekan sendiri dengan membuat nugget ikan sebelum dipertunjukkan pada Ibu-ibu warga dusun Petung. Setelah berhasil, kemudian mencoba menyusun tahap selanjutnya. Proses kedua adalah mempraktekan membuat nugget ikan bersama Ibu-ibu warga dusun Petung. Para Ibu terlihat begitu antusias dalam membuat nugget ikan. Mereka senang karena mendapat resep baru terutama dari produk olahan ikan. Tahap terakhir adalah evaluasi. Dimana Ibu-ibu diminta untuk mempraktekan sendiri resep nugget ikan yang telah diberikan oleh Mahasiswa. Ternyata Ibu-ibu telah memahami sehingga hasil dari evaluasi ini pun memuaskan. Diharapkan dengan adanya resep baru yaitu nugget ikan, para Ibu dapat membantu perekonomian keluarga dengan cara memasarkan produk olahan ikan tersebut.

      2. Faktor Pendukung

        Tersedianya ikan yang cukup banyak sangat membantu dalam proses pembuatan nugget ikan. Selain itu, di pasaran masih belum banyak beredar nugget ikan, sehingga potensi untuk memasarkannya pun cukup berpeluang besar.

        1. Faktor Penghambat

          Nugget ikan hanya mampu bertahan selama 1 hari. Sehingga agar tetap awet dan segar perlu disimpan dalam lemari pendingin.

    10. Pelatihan Keterampilan (stick)

      Bidang        : Peranan wanita, anak, dan remaja

      Nomor Sektor        : 13.3.9.58

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Pembinaan kegiatan terutama dalam pembuatan stik bawang pada awalnya adalah usul dari ibu-ibu peserta PKH, walaupun sebenarnya dalam program kerja sudah dicantumkan akan tetapi bukan keterampilan memasak tetapi pembuatan kerajinan tangan dari flanel. Sasaran utama dari pelatihan keterampilan ini adalah ibu-ibu baik anggota PKH maupun bukan anggota PKH.

        Oleh karena keterbatasan keterampilan yang dimiliki mahasiswa dalam membuat kue atau berbagai olahan makanan, maka setiap sebelum resep diberikan untuk dipraktikkan kepada ibu-ibu, mahasiswa KKN berlatih dulu sembari membuat contoh untuk ditunjukkan kepada ibu-ibu. Biaya yang digunakan untuk praktik mahasiswa KKN sebagai latihan ditanggung sendiri oleh mahasiswa, sedangkan biaya bahan untuk praktik ibu-ibu ditanggung masing-masing kelompok. Alat-alat dibawa ibu-ibu dari rumah ataupun meminjam tetangga sekitar. Pelatihan keterampilan membuat stik bawang dilaksanakan di Omah Pinter karena rumah yang digunakan cukup luas dan merupakan rumah salah satu anggota PKH.

        Praktik membuat stik bawang telah berhasil dilaksanakan yang berarti telah menambah satu lagi pengetahuan untuk ibu-ibu. Manfaat dari pelatihan keterampilan ini adalah sebagai penghilang rasa jenuh ibu-ibu yang mayoritas adalah penangkap ikan, petani, dan ibu rumah tangga. Selain itu, hasil dari pemberian keterampilan ini diharapkan suatu saat dapat dipraktikkan sendiri oleh ibu-ibu dan dijual untuk menambah penghasilan keluarga.

        1. Faktor Pendukung

          Rasa penasaran ibu-ibu peserta pelatihan keterampilan, akan membuat apa hari ini dan bagaimana hasilnya. Bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan untuk membuat stik bawang sangat mudah dan murah sehingga diharapkan semua orang bisa mempraktikkannya dirumah. Kebersamaan dan keceriaan ibu-ibu yang sesekali diselingi candaan khas mereka membuat suasana semakin hangat.

        2. Faktor Penghambat

          Ibu-ibu apabila sudah berkumpul menjadi satu, suasana menjadi tidak kondusif karena mereka banyak berbicara dengan temannya membuat pekerjaan tidak cepat selesai. Terdapat beberapa langkah kerja yang tidak sesuai dengan aturan karena mereka menganggap akhirnya pasti sama. Kurangnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi ibu-ibu peserta pelatihan keterampilan.

    11. Kursus Pelatihan luar sekolah (Mengajar Di rumah pintar)

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor        : 11.2.1.01

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Kursus atau pelatihan luar sekolah merupakan salah satu program KKN BAKTI PERTIWI yang diperuntukkan bagi anak – anak yang belajar di omah pinter. Program ini bertujuan untuk membantu anak – anak dalam menyelesaikan kesulitan belajar serta untuk memberikan tambahan jam pelajaran, keterampilan dan pengetahuan bagi anak di omah pinter. Tidak hanya terbatas pada anak SD saja namun dalam praktiknya kegiatan belajar di omah pinter juga diperuntukkan bagi anak usia PAUD, TK, SD, SMP, SMA sehingga semuanya dapat merasakan dan mengikuti kegiatan belajar di omah pinter. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih tersendiri bagi anak di omah pinter.

        Kegiatan kursus dan pelatihan luar sekolah ini dilaksanakan selama melaksanakan KKN BAKTI PERTIWI di omah pinter “Tunas Harapan”. Pelaksanaan program ini dilaksanakan di dua tempat yaitu di omah pinter dan di secretariat KKN. Kegiatan di omah pinter dilaksanakan di sore hari pada puku 15.00 – 17.00 WIB karena pada pagi hari anak – anak melaksanakan pendidikan formal di sekolah.Akan tetapi jika waktu liburan sekolah anak – anak belajar di sekretariat mulai pukul 18-00-19.30 WIB.

        Pada dasarnya anak anak yang belajar di omah pinter adalah anak-anak dari anggota PKH namun seiring berjalannya waktu anak yang bukan dari anggota PKH ikut serta dalam proses pembelajaran. Semangat belajar yang dimiliki anak-anak omah pinter sungguh luar biasa meskipun mereka bertempat tinggal di desa. Pada tanggal 14 juni 2012 tepatnya hari pertama di lokasi KKN anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar adalah 21 anak. Hari kedua jumlah anak yang ikut belajar masih sama. Akan tetapi pada hari berikutnya jumlahnya bertambah bahkan pada tanggal 19 uni 2012 mencapai 39 anak. Tidak dapat dipungkiri bahwa semangat anak-anak mengalami pasang surut. Kadang banyak anak yang datang namun kadang juga berkurang.

        Semangat yang dimiliki oleh anak-anak membuat program ini berjalan dengan baik. Anak-anak merasa senang dengan adanya mahasiswa KKN Bakti Pertiwi di dusun mereka. Dalam program ini anak-anak tidak hanya diajari tentang materi pelajaran saja akan tetapi anak-anak juga diajari beberapa keterampilan dan pengetahuan lain yang dapat digunakan untuk mengembangkan kepribadian, jiwa sosial dan menambah wawasan mereka.

      2. Faktor Pendukung

        Siswa aktif dalam kegiatan belajar di omah pinter maupun di sekretariat. Anak-anak berani bertanya ketika mereka tidak tahu jawaban dari soal pelajaran yang dihadapinya. Kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan sangat tinggi terbukti dengan adanya orang tua yang mendampingi anak-anaknya belajar. Kebanyakan anak-anak bersemangat untuk belajar karena adanya materi pelajaran yang tiap harinya berbeda.

      3. Faktor Penghambat

        Kurangnya ruang gerak bagi anak-anak karena tempat yang digunakan untuk belajar harus dibagi-bagi dengan anak-anak pada jenjang kelas yang berbeda. Anak-anak cenderung ramai. Hal ini disebabkan karena tempat yang digunakan untuk belajar campur aduk dengan anak kelas tinggi sehingga konsentrasi siswa terpecah dan kurang fokus.

    12. Kursus Pelatihan luar sekolah (MMP)

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor        : 11.2.1.01

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan program

        MMP merupakan kependekan dari Membaca Menulis Permulaan yang diorientasikan kepada kemampuan membaca dan menulis permulaan di kelas-kelas awal pada saat anak-anak mulai memasuki bangku sekolah. Program ini dijalankan karena adanya beberapa identifikasi kebutuhan bagi anak TK yang naik ke kelas 1 SD di dusun Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan yang belum bisa membaca dan menulis. Kebanyakan mereka bisa menyebutkan huruf abjad akan tetapi dalam praktiknya jika disuguhkan huruf abjad mereka bingung menentukan huruf apa yang ditunjuk dan disuruh menebak oleh tutor belajarnya.

        Selain itu ada pula anak yang sudah mengenal huruf namun belum bisa membaca. Mereka pada umumnya sudah menghafal dan mengetahui huruf-huruf yang ditunjuk oleh totor belajarnya namun seiring berjalannya waktu anak yang belum bisa nenunjukkan huruf sekarang meskipun sedikit sudah bisa menunjukkan huruf dan anak yang mengenal huruf juga sudah bisa membaca. Hal ini tidak terlepas dari semangat belajar yang mereka tunjukkan sangat tinggi bahkan mereka merelakan datang lebih awal dari waktu yang sudah dijadwalkan.

        Melalui MMP untuk pertama kalinya anak diperkenalkan dengan lambang-lambang tulis yang biasa digunakan untuk berkomunikasi. Sasaran utamanya adalah para murid kelas I SD memiliki kemampuan membaca dan kemapuan menulis pada tingkat dasar. Kemampuan dasar tersebut akan menjadi landasan bagi keterampilan-keterampilan lain, baik dalam kehidupan akademik di sekolah, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

      2. Faktor Pendukung

        Kesadaran anak-anak untuk belajar sangat tinggi. Siswa aktif dan antusias selama mengikuti kegiatan belajar di omah pinter maupun di sekretariat. Adanya buku penunjang yang menarik sehingga memudahkan anak–anak belajar dan membuat pembelajaran menyenangkan. Kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan sangat tinggi terbukti dengan adanya orang tua yang mendampingi anak-anaknya belajar.

      3. Faktor Penghambat

        Kurangnya ruang gerak yang disebabkan keterbatasan tempat sehinga membuat siswa kurang nyaman untuk belajar.Anak-anak cenderung ramai. Hal ini disebabkan karena tempat yang digunakan untuk belajar campur aduk dengan anak kelas tinggi sehingga konsentrasi siswa terpecah dan kurang fokus.

    13. Pembuatan sarana cuci tangan

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor        : 11.2.1.01

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan kegiatan

      Kegiatan pengadaan saran mencuci tangan dilaksanakan paada tanggal 27 Juni 2012 pada pukul 09.00 hingg 11.00. kegiatan dilaksanakan di Rumah Pinter Tunas Harapan dan diikuti oleh 21 siswa. Kegiatan tersebut meliputi pengadaan dua buah gentong untuk tempat menampung air, lap berupa handuk gantung dan sabun cuci tangan. Selain pengadaan sara cuci tangan, mahasiswa juga memberikan materi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada anak-anak peserta Rumah Pintar. Siswa diberikan kesempatan untuk praktek langsung untuk mencuci tangan menggunakan sarana yang telah diletakkan di Rumah Pintar. Kegiatan berlangsung secara tertib dan lancar. Pada akhir kegiatan dilaksanakan posttes agar mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan.

      1. Faktor pendukung

      Di depan Rumah Pintar tersedia sumur yang dapat digunakan untuk mengambil air, sehingga memudahkan dalam kegiatan dan penggunaan sarana cuci tangan tersebut.

      1. Faktor penghambat

      Tidak ada hambatan yang berarti.

    14. Konseling

      Bidang        : Pendidikan

      Nomor Sektor        : 13.3. 9. 57

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan Program

        Dusun Petung merupakan salah satu Dusun yang masih memiliki tingkat Pendidikan yang relatif rendah. Pendidikan tertinggi disana kebanyakan adalah hingga jenjang SMA. Akan tetapi ada pula yang mampu mencapai Perguruan Tinggi. Fasilitas yang menunjang pendidikan pun masih belum bisa tercukupi, hal inilah yang menjadi faktor penghambat tercapainya prestasi belajar yang baik. Sehingga ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Melihat kondisi yang terjadi di lapangan, penyusun terrtarik untuk mengadakan konseling pada salah satu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Siswa yang dipilih adalah siswa yang bersedia datang sendiri untuk konseling. Hal ini dikarenakan siswa yang mau datang sendiri untuk konseling akan memperlancar jalannya sendiri konseling dimana konseli akan lebih berperana aktif dalam proses konseling. Walaupun tidak menutup kemungkinan Mahasiswa (Konselor) praktikan dululah yang mengambil bagian. Dalam proses konseling tersebut, siswa(konseli) menceritakan permasalahannya yaitu seputar kesulitan belajar. Kemudian Mahasiswa(Konselor praktikan) berusaha menggali lebih dalam apa saja yang factor yang menyebabkan kesulitan belajar, jadwal dan metode belajar, dll. Baru setelah menggali permasalahan siswa, Mahasiswa akan mengarahkan siswa bagaimana agar dapat belajar dengan baik. Proses konseling membutuhkan setidaknya 2 kali tatap muka. Begitu pula dalam konseling kali ini. Proses pertama Mahasiswa hanya menggali permasalahan siswa dan mengarahkan serta member motivasi agar dapat belajar dengan baik. Proses kedua siswa melaporkan hasil dari konseling sebelumnya, dimana dia menyampaikan apakah sudah mengerti dan telah melaksanakan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan. Dengan adanya proses konseling, diharapkan siswa yang mengalami permasalahan akan mengerti dan memahami permasalahannya sendiri yang kemudian dapat mengambil langkah secara mandiri serta memutuskan sesuai dengan kondisi dari siswa itu sendiri.

      2. Faktor Pendukung

        Proses konseling dapat berjalan dengan baik. Dimana dalam konseling ini siswa yang menjadi konseli mau diajak bekerja sama dengan cara dapat berperan dan lebih aktif dari Mahasiswa(Konselor praktikan), sehingga akan lebih mempermudah dalam mengarahkan pikirannya dan member motivasi. Selain hal di atas, siswa juga terlihat ada keinginan keras untuk beubah, yang mana dapat dilihat setelah proses konseling kedua berlangsung.

      3. Faktor Penghambat

        Tidak ada hambatan yang berarti dalam proses konseling ini, baik dari konseling pertama hingga kedua. Walaupun pada awalnya siswa masih terlihat bergantung pada saran-saran Mahasiswa(Konselor pratikan), namun hal ini dapat diatasi dengan cara mengarahkan jalan pikiran siswa sendiri.

    15. Kursus Pelatihan luar sekolah (Flanel)

      Bidang        : Peranan wanita, anak, dan remaja

      Nomor Sektor        : 11. 1. 3. 01

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan program

        Dalam program pembinaan keterampilan untuk anak dan remaja kegiatan yang dilakukan yaitu pembuatan gantungan kunci dan bross dari kain flanel. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada anak-anak rumah pintar. Dengan adanya program ini diharapkan mereka dapat membuka peluang usaha/berwiraswasta dikemudian hari. Dengan demikian maka mereka dapat membuka lapanagan pekerjaan bagi lingkungan sekitarnya.

        Kegiatan ini dilakukan di alam terbuka yaitu di waduk bening widas, karena dengan suasana yang berbeda akan meningkatkan minat anak dan remaja untuk mengikuti kegiatan keterampilan ini. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 13 orang. Jumlah tersebut merupakan campuran dari beberapa tingkatan sekolah mulai dari kelas 3, kelas 4, kelas 5, kelas 6 dan SLTP. Dari jumlah tersebut dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 orang.

        Bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan keterampilan membuat gantungan kunci dan bross ini adalah kain flanel, benang, jarum jahit lem temak, gantugan, dan peniti. Dalam pembuatan gantungan kunci dan bross ini cara kerjanya adalah menjahit dan melipat kain flanel sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Dan kegiatan ini tergolong berhasil dan sukses dilihat dari jumlah yang mengikuti kegiatan ini dan kesan-kesan selama kegiatan ini berlangsung.

      2. Faktor Pendukung

        Tempat kegiatan yang sangat menyenangkan karena dilakukan di alam terbuka. Adanya keseimbangan jumlah antara peserta dengan pelaksana kegiatan. Bahan disediakan panitia sehingga peserta tidak membutuhkan biaya dalam menjalankan kegiatan ini.

      3. Faktor Penghambat

        Kurangnya kreativitas dari peserta dalam membuat model bentuk gantungan kunci dan bross. Sebagian besar peserta tidak bisa menjahit.

    16. Evaluasi memasak

      Bidang        : Peranan wanita, anak, dan remaja

      Nomor Sektor        : 13.3. 9. 57

      Status Program    : Berhasil Dilaksanakan

      1. Pelaksanaan program

        Program ini dijalankan pada tanggal 2 Juli 2012 yang dihadiri oleh 16 orang ibu-ibu warga desa Petung Timur dan 7 orang mahasiswa KKN yang membantu terlaksananya program ini. Tujuan dari program ini adalah ingin mengetahui apakah ibu-ibu sudah paham dan mengerti dengan materi memasak yang sudah diberikan sebelumnya. Dengan adanya evaluasi memasak tersebut diharapkan ibu-ibu dapat memanfaatkan ilmu yang sudah diberikan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu menambah penghasilan keluarga.

        Program dilaksanakan dengan membagi peserta menjadi 4 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang ibu-ibu dan setiap kelompok harus mempraktekkan cara pembuatan keempat resep yang sudah dipelajari sebelumnya yaitu kurmat, stik bawang, onde-onde dan nugget ikan. Panitia memberikan waktu 2 jam untuk mengolah bahan makanan dan selanjutnya akan dinilai oleh juri yang terdiri dari 4 orang. Juri memberikan kriteria penilaian seperti rasa, kekompakan kelompok, cara pengolahan dan penyajian. Dari keempat kelompok tersebut diambil 2 kelompok terbaik untuk dijadikan Juara 1 dan 2 yang nantinya akan diberikan hadiah sebagai simbol bahwa masakan tersebut memenuhi keempat kriteria yang sudah ditentukan oleh juri.

      2. Faktor pendukung

        Program ini terlaksana dengan baik yang dapat dilihat dari minat ibu-ibu untuk belajar membuat masakan bersama-sama. Ibu-ibu warga desa Petung Timur sangat antusias dan mempunyai minat yang tinggi ingin belajar menu-menu masakan baru terutama makanan kering atau makanan yang dapat tahan lama.

      3. Faktor penghambat

        Tidak ada hambatan yang cukup berarti dalam melaksanakan program ini. Hampir seluruh pihak yang terkait mendukung terlaksananya seluruh rangkaian program ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Hanya saja ketika membeli bahan pelengkap masakan harus ke Caruban terlebih dahulu karena toko-toko yang ada di sekitar desa Petung Timur masih kurang lengkap. Namun, dengan semangat ibu-ibu tersebut halangan seperti itu tidaklah berarti apa-apa dibandingkan dengan minat dan semangat mereka yang begitu besar.

  1. KESIMPULAN

    Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

    1. Program kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa merupakan program kelompok dan individu non fisik.
    2. Masyarakat telah mengalami perubahan dalam merespon kebutuhan pendidikan bagi anak – anak merekadengan mendukung suatu program yang berperan dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia yang cerdas yaitu rumah pintar (omah pinter) di desa pajaran, dusun petung.
    3. Masyarakat telah memiliki kepedulian yang tinggi atas pemenuhan kebutuhan pendidikan di dusun mereka. Hal ini terbukti dengan adanya semangat masyarakat dalam bergotong royong menghidupkan sarana dan prasarana belajar dan mengajar di rumah pintar (omah pinter) di dusun mereka.
    4. warga Desa pajaran, dusun petung menerima keberadaan mahasiswa KKN bhakti pertiwi ikip pgri madiun dengan terbuka. Hal tersebut dapat terlihat dari tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan yang diprogramkan mahasiswa baik program kelompok maupun program individu.
  2. SARAN
    1. Pelaksanaan KKN bakti pertiwi ikip pgri madiun 2012 yang belangsung pada 14 Juni s.d. 4 juli merupakan pelaksanaan KKN tahap pertama. Diharapkan pada periode berikutnya, pembangunan kesejahteraan bidang pendidikan dan sosial mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia yaitu anak – anak dan remaja di Desa pajaran, dusun petung dapat dilanjutkan bersama mahasiswa KKN bhakti pertiwi ikip pgri madiun sebagai pendamping masyarakat di lapangan.
    2. Perubahan yang telah terjadi di dalam masyarakat merupakan cikal bakal terwujudnya masyarakat yang berdaya. Perubahan ini harus terus mendapatkan pendampingan dan membutuhkan benyak informasi mengenai berbagai pembangunan yang dapat mereka usahakan untuk dapat membangun dusun mereka. Dengan demikian tujuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dapat terwujud dengan masyarakat yang mandiri.
    3. Pemerintah melalui departemen atau dinas apapun harus memikirkan kembali mengenai proses sosialisasi, distribusi informasi dan kemudahan birokrasi agar segala informasi mengenai pembangunan dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam proses pemberdayaan masyarakat.
About these ads

About NICO MATEMATIKA

Welcome to my blog. My name is Nico. Admin of this blog. I am a student majoring in mathematics who dreams of becoming a professor of mathematics. I live in Kwadungan, Ngawi, East Java. Hopefully in all the posts I can make a good learning material to the intellectual life of the nation. After the read, leave a comment. I always accept criticism suggestion to build a better me again .. Thanks for visiting .. : mrgreen:

Posted on February 7, 2013, in contoh proposal. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. selamat ber KKN, jd teringat masa kuliah dulu

LEAVE A COMMENT IN HERE. COMMENTING IN HERE IS ALWAYS AUTO APPROVE. PLEASE NO SPAM!!! BECAUSE I HATE SPAM... THANKS A LOT..... :mrgreen:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,779 other followers

%d bloggers like this: