LATAR BELAKANG SKRIPSI KUANTITATIF part 2

Pendidikan memiliki hubungan erat dengan manusia. Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Pendidikan digunakan untuk mempersiapkan manusia yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur, serta berguna bagi manusia lainnya. Dalam ilmu pendidikan banyak ilmu-ilmu yang dipelajari, salah satunya yaitu matematika.

Matematika merupakan pelajaran yang sering muncul baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Sehingga matematika sangatlah penting dan selalu dipelajari oleh manusia. Selain itu matematika merupakan dasar untuk mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya. Tetapi sering kali dalam lingkup pendidikan siswa mengatakan bahwa matematika itu sulit dan membosankan, sehingga tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dan memahaminya. Selain itu, sebagian besar siswa bersikap pasif terhadap pelajaran matematika. Mereka tidak memiliki semangat untuk lebih memahami pelajaran tersebut.

Di dalam kelas, siswa hanya bersikap sebagai pendengar, pengikut dan melaksanakan apa yang diberikan oleh guru. Soal kebutuhan, minat, dan aktivasi pun tidak diperhatikan sama sekali. Guru disekolah masih sangat dominan dan guru dianggap sebagai orang yang paling berperan penting di kelas. Sehingga siswa masih sulit untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelajaran matematika.

Ini terlihat dari daftar nilai ulangan tengah semester kelas VIII SMP Negeri 1 Plaosan tahun ajaran 2011/2012 dengan rata-rata setiap kelas adalah 65,8. Nilai tersebut masih dibawah standart ketuntasan nilai minimal yaitu kurang dari 75. Hal ini berarti bahwa pencapaian prestasi belajar matematika belum sesuai dengan harapan. Ketergantungan siswa kepada guru sangatlah berpengaruh sekali bagi prestasi mereka, akibatnya prestasi mereka cukup  rendah. Peningkatan prestasi siswa sangat perlu diperhatikan.

Disisi lain guru masih menggunakan model pembelajaran langsung dengan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Sehingga kondisi dan suasana kelas kurang menyenangkan bagi siswa.

Untuk mengatasi masalah tersebut berbagai upaya harus dilakukan. Seorang guru yang profesional, sebaiknya melakukan evaluasi setiap kali selesai mengajar. Jika prestasi siswa masih sama saja, maka perlu dilakukan perbaikan kondisi, suasana, kelas yang nyaman dan menyenangkan. Salah satunya dengan menerapkan model-model pembelajaran kooperatif.

Model pembelajaran kooperatif bermacam-macam bentuknya. Semuanya bertujuan untuk mendorong sikap siswa agar termotivasi belajar di kelas. Diantaranya model snowball throwing dan model NHT. Model snowball throwing merupakan model pembelajaran berkelompok, dengan pemberian tugas kepada ketua kelompok kemudian menyampaikan materi yang diberikan guru kepada teman-temannya. Setiap siswa harus menuliskan satu pertanyaan pada selembar kertas, setelah itu kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari siswa satu ke siswa lainnya. Dengan demikian siswa harus siap untuk menjawab pertanyaan.

 Sedangkan model NHT merupakan model pembelajaran kelompok dan setiap anggota kelompok akan mendapat nomor, dimana guru akan menunjuk salah satu nomor dari siswa untuk menjawab pertanyaan dari guru sehingga setiap siswa harus siap untuk menjawab pertanyaan.

 Kedua model tersebut merupakan model pembelajaran kelompok dimana siswa harus aktif dalam proses pembelajaran. Dan memiliki kelebihan yang hampir sama yaitu melatih siswa selalu siap dan berusaha untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak serta bersikap aktif terhadap materi yang disampaikan oleh guru.

Dari langkah-langkah kedua model tersebut penerapan model tersebut sesuai jika diterapkan pada materi pembelajaran yang konkret, misalnya materi bangun ruang. Sehingga siswa dengan mudah untuk memahami materi bangun ruang yang merupakan materi pelajaran matematika pada semesrter genap kelas VIII.

Untuk meraih prestasi belajar yang tinggi tidak hanya kecerdasan saja, tetapi juga keaktifan siswa di dalam kelas. Keaktifan siswa berperan penting dalam memacu dan mendorong siswa untuk meraih prestasi yang maksimal. Siswa yang aktif dalam pembelajaran cenderung akan memberikan perhatian yang lebih terhadap materi yang dijelaskan oleh guru. Maka dari itu faktor keaktifan menarik untuk dipelajari.

Untuk mengetahui metode yang lebih baik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, maka penulis ingin melakukan penelitian yang berjudul: “PERBANDINGAN MODEL KOOPERATIF SNOWBALL THROWING DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS VIII SMPN 1 PLAOSAN”.

 

 

 

About NICO MATEMATIKA

Welcome to my blog. My name is Nico. Admin of this blog. I am a student majoring in mathematics who dreams of becoming a professor of mathematics. I live in Kwadungan, Ngawi, East Java. Hopefully in all the posts I can make a good learning material to the intellectual life of the nation. After the read, leave a comment. I always accept criticism suggestion to build a better me again .. Thanks for visiting .. : mrgreen:

Posted on October 28, 2012, in Teori-Teori dalam pembelajaran and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Yah beginilah kalau jurusan bahasa, tidak tahu samasekali matematika

LEAVE A COMMENT IN HERE. COMMENTING IN HERE IS ALWAYS AUTO APPROVE. PLEASE NO SPAM!!! BECAUSE I HATE SPAM... THANKS A LOT..... :mrgreen:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: