Monthly Archives: January 2013

UJI KESEIMBANGAN

  1. Uji Keseimbangan

    Uji keseimbangan ini dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan dari kelas eksperimen dan kelas kontrol seimbang. Data yang digunakan adalah nilai ulangan harian siswa kelas VII SMP Negeri 13 Madiun sebelum dilakukan penelitian.

    Langkah-langkah uji ini adalah sebagai berikut:

    1. Hipotesis

      H0 :     (siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai kemampuan sama)

      H1 :     (siswa kelas eksperiman dan kelas kontrol tidak sama kemampuannya)

    2. Taraf signifikan a = 0,05 Read the rest of this entry

DAYA BEDA

  1. Daya Pembeda

    Menurut Suharsimi Arikunto (2007:211), “daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah)”.

    Untuk menentukan daya pembeda (nilai D) digunakan rumus berikut:


    (Suharsimi Arikunto, 2007: 213)

    Read the rest of this entry

TINGKAT KESUKARAN

  1. Taraf Kesukaran

    Menurut Suharsimi Arikunto (2007: 207), “soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar”. Untuk mengetahui tingkat kesukaran suatu soal, digunakan rumus berikut:


    (Zaenal Arifin, 2010: 266)

    Keterangan:

    WL    : jumlah peserta didik yang menjawab salah dari kelompok bawah

    WH    : jumlah peserta didik yang menjawab salah dari kelompok atas

    nL    : jumlah kelompok bawah

    nH    : jumlah kelompok atas

    Menurut Zaenal Arifin (2010: 270), indeks kesukaran diklasifikasikan sebagai berikut:

    P ≥ 73%        : sukar

    28% ≤ P ≤ 72%    : sedang

    P ≤ 27%        : mudah

    Pada penelitian ini, kriteria soal yang dipakai adalah soal sedang dengan indeks kesukaran 28% sampai 72%.

RELIABILITAS

  1. Reliabilitas Soal

    Untuk mencari reliabilitas soal digunakan rumus K-R. 20, yaitu:


    (Suharsimi Arikunto, 2007: 100)

    Keterangan:

    r11     : reliabilitas tes secara keseluruhan

    p         : proporsi subjek yang menjawab item dengan benar

    q     : proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q=1-p)

        : jumlah hasil perkalian antara p dan q

    n     : banyaknya item

    S     : standar deviasi dari tes

    Menurut Sugiyono (2007: 134) instrumen dikatakan reliabel jika r11 ≥ 0,3.

CONTOH HIPOTESIS PENELITIAN

DENGAN ANAVA::

Menurut Suharsimi Arikunto (2006:71) berpendapat  bahwa hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Model pembelajaran jigsaw lebih efektif daripada  explicit instruction terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas VII  MTs Negeri Goranggareng tahun ajaran 2010/2011.
  2. Prestasi belajar matematika pada siswa kelas VII  MTs Negeri Goranggareng tahun ajaran 2010/2011 yang mempunyai motivasi belajar tinggi lebih baik daripada motivasi belajar sedang dan motivasi belajar sedang lebih baik daripada motivasi belajar rendah.
  3. Ada interaksi antara model pembelajaran yang digunakan dengan motivasi belajar matematika siswa kelas VII  MTs Negeri Goranggareng tahun ajaran 2010/2011, baik pada siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang, maupun rendah terhadap prestasi belajar. Read the rest of this entry

CONTOH KERANGKA PEMIKIRAN 3

Matematika sangat berkaitan dengan konsep-konsep yang abstrak. Matematika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh setiap siswa. Sehingga ada anggapan bahwa matematika adalah salah satu pelajaran yang sulit dan memerlukan ketepatan dalam proses belajarnya. Sehingga siswa selalu menganggap bahwa dirinya tidak mampu untuk memahami materi pelajaran matematika.

Pada usia siswa SMP mengalami perkembangan intelektual dan fisik yang cepat dan mereka telah memiliki kemampuan untuk melakukan pemikiran dan mengeluarkan ide-ide serta menggunakan pola berpikir yang formal dan juga dapat mencari informasi dengan berbagai cara untuk mendapatkan pengalaman melalui interaksi dengan teman sebayanya.

Maka dari itu guru harus menggunakan model pembelajaran yang variatif, efektif, dan kreatif agar pembelajaran menjadi menyenangkan bagi siswa. Read the rest of this entry

CONTOH KERANGKA PEMIKIRAN 2

Dalam proses belajar mengajar, tentunya keinginan untuk membuat proses itu menjadi sangat baik harus dimiliki oleh pendidik dan peserta didik. Berbagai hal dapat dilakukan untuk itu. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran kooperatif. Dengan pembelajaran kooperatif, guru akan lebih pasif sedangkan siswa akan menjadi aktif. Dengan begitu siswa akan dapat belajar dengan baik.

Model pembelajaran STAD dan model pembelajaran NHT merupakan model pembelajaran kooperatif. Kedua model ini lebih memberikan penekanan pada kerjasama kelompok.

Pada model pembelajaran STAD, siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-6 siswa. Kemudian guru menjelaskan materi yang diajarkan. Setelah itu guru memberikan permasalahan pada masing-masing kelompok untuk diselesaikan. Setelah itu, hasil dari pekerjaan kelompok dikumpulkan dan siswa kembali ke tempat masing-masing untuk menerima tes individu. Setelah selesai, guru bersama siswa membahas soal tes tersebut. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: