CONTOH KERANGKA PEMIKIRAN 2

Dalam proses belajar mengajar, tentunya keinginan untuk membuat proses itu menjadi sangat baik harus dimiliki oleh pendidik dan peserta didik. Berbagai hal dapat dilakukan untuk itu. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran kooperatif. Dengan pembelajaran kooperatif, guru akan lebih pasif sedangkan siswa akan menjadi aktif. Dengan begitu siswa akan dapat belajar dengan baik.

Model pembelajaran STAD dan model pembelajaran NHT merupakan model pembelajaran kooperatif. Kedua model ini lebih memberikan penekanan pada kerjasama kelompok.

Pada model pembelajaran STAD, siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-6 siswa. Kemudian guru menjelaskan materi yang diajarkan. Setelah itu guru memberikan permasalahan pada masing-masing kelompok untuk diselesaikan. Setelah itu, hasil dari pekerjaan kelompok dikumpulkan dan siswa kembali ke tempat masing-masing untuk menerima tes individu. Setelah selesai, guru bersama siswa membahas soal tes tersebut.

Setelah semua kegiatan tersebut selesai, guru memberikan skor pada masing-masing kelompok berdasarkan hasil pekerjaan kelompok masing-masing. Kelompok yang memiliki skor tinggi mendapatkan sebuah penghargaan. Pada model pembelajaran ini secara keseluruhan membuat siswa terus bekerja dalam menyelesaikan masalah tetapi, dalam kerja kelompok terkadang hanya didominasi oleh seseorang saja dan tidak terjadi interaksi antara anggota kelompok. Karena pada dasarnya hasil pekerjaan dari satu orang siswa dianggap sebagai hasil dari semua anggota kelompok.

Pada model pembelajaran NHT, prinsipnya adalah dengan penomoran. Jadi setiap siswa memiliki identitas berupa sebuah nomor yang nantinya akan dipanggil oleh guru untuk mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok. Setelah penomoran selesai, siswa dibentuk menjadi kelompok-kelompok kecil kemudian guru menerangkan materi secukupnya. Setelah itu guru memberikan permasalahan kepada masing-masing kelompok untuk didiskusikan. Dalam hal ini disebut sebagai head together yang artinya menyatukan kepalanya untuk menyelesaikan permasalahan. Setelah selesai, guru memanggil nomor secara acak untuk mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok. Dengan memanggil nomor secara acak, diharapkan akan membuat masing-masing siswa memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan kelompoknya. Jadi ketika ada seseorang dalam kelompok yang mampu menyelesaikan permasalahan, siswa yang lain juga mencoba untuk mengetahui bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga seluruh anggota kelompok dapat mengerti dan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Dengan demikian penggunaan model pembelajaran NHT lebih baik untuk diterapkan dalam pembelajaranan dibandingkan dengan model pembelajaran STAD.

About NICO MATEMATIKA

Welcome to my blog. My name is Nico. Admin of this blog. I am a student majoring in mathematics who dreams of becoming a professor of mathematics. I live in Kwadungan, Ngawi, East Java. Hopefully in all the posts I can make a good learning material to the intellectual life of the nation. After the read, leave a comment. I always accept criticism suggestion to build a better me again .. Thanks for visiting .. : mrgreen:

Posted on January 25, 2013, in Teori-Teori dalam pembelajaran. Bookmark the permalink. Leave a comment.

LEAVE A COMMENT IN HERE. COMMENTING IN HERE IS ALWAYS AUTO APPROVE. PLEASE NO SPAM!!! BECAUSE I HATE SPAM... THANKS A LOT..... :mrgreen:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: