Category Archives: matematika

Latihan Office mix

PERBEDAAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI DAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Setiap kali penulis berkesempatan untuk menjumpai para guru dalam suatu pelatihan, workshop, seminar, atau dialog dengan topik pembahasan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), khususnya terkait dokumen-2 KTSP, pertanyaan seperti pada judul tulisan ini seringkali muncul, bahkan boleh dikatakan selalu muncul. Pertanyaan itu muncul khususnya setelah sekolah mulai mengembangkan kurikulum sekolah yang kemudian populer dengan nama KTSP. Hal itu wajar karena dokumen-2 KTSP adalah silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dibuat oleh para guru di sekolah masing-masing. RPP yang dibuat para guru itu antara lain memuat komponen indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Sebelum era KTSP, sebagai persiapan mengajar, para guru sebenarnya sudah terbiasa  membuat silabus  dan RPP, namun komponen di dalamnya belum memuat tujuan pembelajaran, hanya indikator pencapaian kompetensi. Karena indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran keduanya sama-sama merumuskan kemampuan siswa, maka seringkali timbul kebingungan atau keraguan di antara para guru tentang kesamaan dan perbedaan dari keduanya. Read the rest of this entry

Guru Kunci Utama Atasi Fobia Matematika

KRL

Image by djembar lembasono via Flickr

Bandung, Kompas – Munculnya anggapan siswa dan masyarakat bahwa pelajaran Matematika sulit bahkan menjadi fobia, lebih disebabkan pola pengajaran yang lebih menekankan pada hafalan dan kecepatan berhitung. Guru sebagai penyampai ilmu harus mampu mengajarkan Matematika lebih menarik dan mengembangkan daya nalar siswa.Demikian dikatakan Dr Iwan Pranoto, pemerhati pendidikan Matematika dan dosen pada Departemen Matematika Institut Teknologi Bandung, dalam Semiloka Mengatasi Fobia Matematika pada Anak di Bandung, Sabtu (14/8). Menurut dia, selain kurang bervariasinya pola pengajaran yang ada, ketakutan anak pada Matematika juga disebabkan oleh pola pengajaran guru yang otoriter yang menganggap siswa yang banyak bertanya sebagai hal yang kurang ajar. Siswa harus patuh dengan apa yang diterangkan guru. “Matematika itu tidak sulit. Masalahnya, banyak orang tidak dapat bermatematika secara optimum gara-gara takut terhadap matematika. Ketakutan tersebut membuat mereka enggan belajar bahkan menjadi antipati,” kata Iwan. Iwan mengatakan, pada dasarnya kemampuan manusia untuk memahami matematika sama, tetapi kecepatannya berbeda. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: