Blog Archives

LATAR BELAKANG SKRIPSI KUANTITATIF part 1

new guru

new guru (Photo credit: Bopuc)

Pendidikan merupakan hal yang wajib diberikan kepada setiap manusia. Karena dengan pendidikan seseorang dapat memperoleh ilmu untuk bekal hidup. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan juga terus berkembang sehingga mutu dari pendidikan itu juga ikut meningkat. Dengan meningkatnya mutu pendidikan, kualitas sumber daya manusia juga dituntut untuk meningkat pula. Salah satu usaha untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam pendidikan yaitu dengan pendidikan matematika. Matematika merupakan ilmu yang dapat mengembangkan cara berpikir. Oleh karena itu matematika sangat diperlukan dalam kehidupan.

Pendidikan matematika di sekolah juga mengalami perkembangan untuk meningkatkan kualitas pendidik dan peserta didik. Banyak upaya yang dilakukan agar pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya ini meliputi penyediaan alat-alat dan media pembelajaran, peningkatan tingkat pendidikan guru, penggunaan model-model pembelajaran yang efektif sehingga siswa dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, dan upaya-upaya yang lainnya.

Read the rest of this entry

Model Pembelajaran NHT (Number Heads Together)

NHT Linhas Aéreas

NHT Linhas Aéreas (Photo credit: Wikipedia)

  1. Pengertian Model Pembelajaran NHT

Menurut Iqbal Ali (2010), model pembelajaran NHT adalah suatu model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas. Menurut Kagan, model pembelajaran NHT ini secara tidak langsung melatih siswa untuk saling berbagi informasi, mendengarkan dengan cermat serta berbicara dengan penuh perhitungan, sehingga siswa lebih produktif dalam pembelajaran.

Berdasarkan uraian di atas, model pembelajaran NHT merupakan model pembelajaran yang mengutamakan keaktifan siswa dalam pembelajaran dan melatih siswa dalam berinteraksi dengan siswa yang lainnya maupun dengan guru. Dengan begitu diharapkan siswa akan mampu menerima pelajaran dengan baik. Read the rest of this entry

Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions)

Dan Hutcheson CEO of VLSI Research holds a 450...

Dan Hutcheson CEO of VLSI Research holds a 450mm silicon wafer (Photo credit: IntelFreePress)

  1. Pengertian Model Pembelajaran STAD

Model pembelajaran STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Menurut  Nur Citra Utomo dan C. Novi Primiani (2009: 9), “STAD didesain untuk memotivasi siswa-siswa supaya kembali bersemangat dan saling menolong untuk mengembangkan keterampilan yang diajarkan oleh guru”. Menurut Mohamad Nur (2008: 5), pada model ini siswa dikelompokkan dalam tim dengan anggota 4 siswa pada setiap tim. Tim dibentuk secara heterogen menurut tingkat kinerja, jenis kelamin, dan suku.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD lebih menekankan kepada pembentukan kelompok. Kelompok yang dibentuk nantinya akan berdiskusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Oleh karena itu model pembelajaran STAD dapat membuat siswa untuk saling membantu dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

  Read the rest of this entry

METODE JACOBI

Metode Iterasi Jacobi merupakan salah satu bidang analisis numerik yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan persamaan linear dan sering dijumpai dalam berbagai disiplin ilmu. Metode Iterasi Jacobi merupakan salah satu metode tak langsung, yaitu bermula dari suatu hampiran penyelesaian awal dan kemudian berusaha memperbaiki hampiran dalam tak berhingga namun langkah konvergen. Metode Iterasi Jacobi ini digunakan untuk menyelesaikan persamaan linear berukuran besar dan proporsi koefisien nolnya besar.

Metode ini ditemukan oleh matematikawan yang berasal dari Jerman,Carl Gustav Jakob Jacobi. Penemuan ini diperkirakan pada tahun 1800-an. Read the rest of this entry

METODE NEWTON

Animation of Newton method

NICO FOR MATH

Dalam analisis numerik, metode Newton (juga dikenal sebagai metode Newton-Raphson), yang mendapat nama dari Isaac Newton dan Joseph Raphson, merupakan metode yang paling dikenal untuk mencari hampiran terhadap akar fungsi riil. Metode Newton sering konvergen dengan cepat, terutama bila iterasi dimulai “cukup dekat” dengan akar yang diinginkan. Namun bila iterasi dimulai jauh dari akar yang dicari, metode ini dapat meleset tanpa peringatan. Implementasi metode ini biasanya mendeteksi dan mengatasi kegagalan konvergensi.

Diketahui fungsi ƒ(x) dan turunannya ƒ ‘(x), kita memulai dengan tebakan pertama, x0 .   Hampiran yang lebih baik x1 adalah

x_{1} = x_0 - \frac{f(x_0)}{f'(x_0)}.\,\!

Read the rest of this entry

PERBEDAAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI DAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Setiap kali penulis berkesempatan untuk menjumpai para guru dalam suatu pelatihan, workshop, seminar, atau dialog dengan topik pembahasan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), khususnya terkait dokumen-2 KTSP, pertanyaan seperti pada judul tulisan ini seringkali muncul, bahkan boleh dikatakan selalu muncul. Pertanyaan itu muncul khususnya setelah sekolah mulai mengembangkan kurikulum sekolah yang kemudian populer dengan nama KTSP. Hal itu wajar karena dokumen-2 KTSP adalah silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dibuat oleh para guru di sekolah masing-masing. RPP yang dibuat para guru itu antara lain memuat komponen indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Sebelum era KTSP, sebagai persiapan mengajar, para guru sebenarnya sudah terbiasa  membuat silabus  dan RPP, namun komponen di dalamnya belum memuat tujuan pembelajaran, hanya indikator pencapaian kompetensi. Karena indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran keduanya sama-sama merumuskan kemampuan siswa, maka seringkali timbul kebingungan atau keraguan di antara para guru tentang kesamaan dan perbedaan dari keduanya. Read the rest of this entry

Guru Kunci Utama Atasi Fobia Matematika

KRL

Image by djembar lembasono via Flickr

Bandung, Kompas – Munculnya anggapan siswa dan masyarakat bahwa pelajaran Matematika sulit bahkan menjadi fobia, lebih disebabkan pola pengajaran yang lebih menekankan pada hafalan dan kecepatan berhitung. Guru sebagai penyampai ilmu harus mampu mengajarkan Matematika lebih menarik dan mengembangkan daya nalar siswa.Demikian dikatakan Dr Iwan Pranoto, pemerhati pendidikan Matematika dan dosen pada Departemen Matematika Institut Teknologi Bandung, dalam Semiloka Mengatasi Fobia Matematika pada Anak di Bandung, Sabtu (14/8). Menurut dia, selain kurang bervariasinya pola pengajaran yang ada, ketakutan anak pada Matematika juga disebabkan oleh pola pengajaran guru yang otoriter yang menganggap siswa yang banyak bertanya sebagai hal yang kurang ajar. Siswa harus patuh dengan apa yang diterangkan guru. “Matematika itu tidak sulit. Masalahnya, banyak orang tidak dapat bermatematika secara optimum gara-gara takut terhadap matematika. Ketakutan tersebut membuat mereka enggan belajar bahkan menjadi antipati,” kata Iwan. Iwan mengatakan, pada dasarnya kemampuan manusia untuk memahami matematika sama, tetapi kecepatannya berbeda. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: